Free trade (pedagangan bebas), sebagaimana dikemukakan kaum liberalis, merupakan keadaan dimana melalui perdagangan tanpa halangan kebijakan proteksi negara kesejahteraan dapat disebarluaskan, karena dengan menganut konsep keuntungan komparatif setiap negara akan mampu memastikan keuntungannya masing-masing dalam perdagangan.[1]

David Balaam dan Michael Veseth mengidentifiasika free trade areas lebih lanjut sebagai salah satu derajat menuju integrasi ekonomi. Di dalam integrasi ekonomi sekelompok negara setuju untuk mengindahkan batasan-batasan negara mereka untuk tujuan ekonomi tertentu, sehingga membentuk sistem pasar yang lebih besar dan lebih terikat. Integrasi ekonomi sendiri terdiri atas[2];

  • Level pertama, pembentukan free trade area, dimana negara-negara anggota setuju untuk menghapus hambatan tariff terhadap perdagangan barang dan jasa dari luar kawasan tersebut belum ditentukan.
  • Level berikut dari integrasi ekonomi adalah customs union, dimana selain negara-negara anggota setuju untuk berdagang secara bebas tarif dalam batasan kolektif mereka, suatu set tarrif yang seragam juga diberlakukan untuk produk-produk dari luar free trade area tersebut. Dalam tingkat ini, eliminasi hambatan-hambatan non tariff masih belum ditentukan.
  • Setelah customs union, maka economic union adalah tingkat terakhir dari integrasi politik dan ekonomi, dimana integrasi penuh pasar telah dapat tercapai. Pada tingkat ini hambatan non tariff sudah dieliminasi, sebagaimana hambatan tariff pun dihilangkan.

Kerja sama ekonomi dan keuangan khusunya, di bidang perdagangan internasional, saat ini mengarah kepada pembentukan kerjasama guna mewujudkan integrasi ekonomi dan keuangan regional.[3]


[1] K.J Holsti, International Politics, A Framework for Analysis, Sixth Edition (new jersey:Prentice-hall International,1992) hal.102-103

[2] David balaam dan Michael Veseth, Introduction to International Political Economy (new Jersey-Hall,     1996) hal.219

[3] Dr. Hamdy Hady, Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Perdagangan Internasional hal.88