Konsep Penyelesaian Permasalahan Lingkungan ( Solving Environmental  Problem )

Solving Environmental Problem akan menjelaskan interaksi-interaksi manusia dengan lingkungan yang menyebabkan permasalahan yang memerlukan alat untuk menyelesaikannya dengan berbagai konsepsi yang berbeda tentang cara terbaik mengorganisir penyelesaian permasalahan manusia terutama isu tentang penyelesaian permasalahan sosial seperti kasus tentang kerusakan hutan yang terjadi di Negara-negara yang tergabung dalam Forestry Eight (F8), memerlukan koordinasi dari tiap negara dalam jumlah yang besar sebagaimana yang di kemukakan oleh John S. Dryzek, bahwa:

Human Interactions with the environment generate a range of problems (Rather than one big problemlike overshoot of limits threatening social collapse), to which human problem-solving devices need to be turned. Now, different varieties of this discourse reveal different conceptions about how best to organize human problem solving, especially when social problem solving is at issue, which require the coordination of large numbers of individuals the three mains way human beings  have found to coordinate such efforts are by bureaucracy, democracy, a markets.

( John S. Dryzek,The politics of the earth Environmental Discourses, (New York: ,( New York:Oxfort University Press,1997).hlm.61)

Jadi menurut John S.Dryzek ada 3 (tiga ) cara koordinasi yang dikemukakan sebagai penjelasan permasalahan dampak interaksi antara manusia dengan lingkungannya,yaitu:

  1. Penyerahannya pada para ahli; Rasionalism Administratif,

Rasionalism Administratif merupakan wacana penyelesaian permasalahan yang menegaskan peran ahli dari pada warga Negara atau produsen/konsumen dalam penyelesaian persoalan social,dan yang menekankan hubungan-hubungan social secara hirarkis dari pada persamaan hak atau kompetisi sebagaimana model instifungsional,rasionalisme administrative menggambarkan kekuatan yang lebih  pada beberapa sistem-sistem politik,disbanding yang lainnya.

2. Menyerahkannya pada rakyat; pragmatisme demokrasi.

Pragmatisme demokrasi dicirikan dalam istilah penyelesaian masalah yang saling mempengaruhi dalam struktur instifungsional dasar dan demokrasi liberal kapitalis. Jadi penyelesaian masalah merupakan proses yang fleksibel mencakup banyak suara ,dan kerjasama melalui perspektif yang pluralitas ini ada atau tidak diperlukan lagi partisipasi public yang luas dalam menyelesaikan masalah. Pada masalah ini lebih sedikit penekanan pada bagian filosofi pragmatis (lingkungan pragmatis) lebih pada cara demokrasi dan wacana pragmatis yang diperankan pada dunia nyata urusan-urusan lingkungan.

3. Menyerahkannya pada pasar, Rasionalisme ekonomi

Rasionalisme Ekonomi dapat didefinisikan dengan komitmennya pada persebaran yang tepat terhadap mekanisme pasar untuk mencapai tujuan-tujuann umum. Dalam aspek kunci rasionalisme ekonomi ini dikeluarkan untuk tergantung pada rasionalisme administrative tapi kemunculan rasionalisme ekonomi pada urusan-urusan lingkungan banyak dilakukan dengan perluasan kekuasaan pada pemikiran orientasi pasar,dalam membagi konteks kemunduran ekonomi dan defisit budget.