Menurut James N Rosenau, kebijakan luar negeri digunakan untuk menganalisa dan mengevakuasi kekuatan-kekuatan internal dan eksternal yang mempengaruhi kebijakan luar negeri suatu negara terhadap negara lain.

Sedangkan menurut K. J. Holsti, kebijakan luar negeri adalah tindakan atau gagasan yang dirancang oleh pembuat kebijakan untuk memecahkan masalah atau mempromosikan suatu perubahan dalam lingkungan, yaitu dalam kebijakan sikap atau tindakan dari negara lain. Gagasan kebijakan luar negeri, dapat dibagi menjaadi empat komponen dari yang umum hingga kearah yang lebih spesifik yaitu orientasi kebijakan luar negeri, peran nasional, tujuan, dan tindakan.

Sumber –sumber dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat adalah :

  1. 1. External Sources

Sumber-sumber eksternal merupakan perangkat dari sistem internasional untuk mempengaruhi karakteristik dan tingkah laku negara dan non negara. Ini termasuk semua aspek bentuk eksternal Amerika atau suatu tindakan ke luar negara. Kebijakan luar negeri Amerika dipengaruhi oleh kondisi dari lingkungan internasional.

  1. 2. Societal Sources

Sumber-sumber kemasyarakatan merupakan aspek dari non pemerintah dari suatu system politik yang mempengaruhi tingkah laku eksternal negaranya.

  1. 3. Governmental Sources

Sumber-sumber dari pemerintahan merupakan aspek-aspek dari struktur pemerintah yang membatasi atau menambah suara-suara dalam pembuatan kebijakan luar negeri Amerika.

  1. 4. Role Sources

Sumber-sumber peran merupakan hal yang penting karena pembuat keputusan dipengaruhi oleh tingkah laku social dan norma-norma yang legal dalam peran yang dipegang oleh seseorang. Posisi pembuat keputusan memegang tingkah laku mereka dan masukan bagi kebijakan luar negeri.

  1. 5. Individual Sources

Sumber-sumber individu merupakan karakteristik seseorang yang mempengaruhi tingkah laku dan pembuatan kebijakan luar negeri. Seperti karakteristik seorang presiden yang berpengaruh terhadap tingkah laku politik luar negerinya.

Pasca tragedi 11 September 2001 dimana terjadinya peristiwa penyerangan menara kembar World Trade Centre (WTC) di New York dan Gedung Pusat Pertahanan AS (Pentagon) di Washington, yang diduga AS dilakukan oleh sekelompok teroris internasional, membuat AS pada saat itu dibawah pemerintahan George W. Bush mengubah kebijakan luar negeri dengan pola pre-emtive attack (serangan dini) dan defensive intervention (intervensi defentif) untuk melawan terorisme yang telah mencoreng kehormatan AS di mata dunia.

Kebijakan luar negeri AS memiliki lima komponen utama, yaitu sebagai berikut :

  1. Preemption : dimana AS harus mengambil tindakan mendahului menyerang sebelum diserang terhadap segala bentuk potensi ancaman terhadap warga negaranya.
  2. Unilateralisme : tindakan yang diambil tidak harus meminta atau tergantung pada persetujuan badan internasional ataupun negara (sekutu) lain.
  3. Hegemoni : AS harus mempertahankan tingkat kesiapan militer yang mampu mengalahkan segala macam kombinasi kekuatan dimana saja.
  4. Demokratisasi : tiga komponen di atas digunakan untuk menyebarluaskan demokrtasi ke seluruh dunia.
  5. Demonstrasi : kemenangan mutlak yang dicapai merupakan alat demonstrasi atas kekuatan AS dan memaksa negara lain bekerjasama dalam hegemoni AS.[1]

[1] Revolusi Politik Luar Negeri Amerika pada Era Bush, dalam http://www.pikiran-rakyat.com.cetak1004/170901.htm,

Pemilihan Umum Amerika Serikat 2004 Analisa dan Prediksi, dalam http://www.home.snafu.de/watchin/kompas16.10.04.html-16k, diakses pada tanggal 10 Agustus 2007.