Definisi Organisasi Internasional menurut Teuku May Rudy dalam bukunya : “Administrasi dan Organisasi Internasional” menegaskan bahwa :

“ Organisasi Internasional adalah pola kajian kerjasama yang melintasi batas – batas Negara dengan didasari struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta diharapkan atau diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya secara berkesinambungan dan melembaga guna mengusahakan tercapainya tujuan – tujauan yang diperlukan serta disepakati bersama, baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antar sesama kelompok non pemerintah pada Negara yang berbeda[1]”.

Menurut Teuku May Rudy dalam bukunya : “Administrasi dan Organisasi Internasional” menegaskan bahwa peran Organisasi Internasional adalah sebagai berikut[2] :

1.  Wadah atau forum untuk menggalang kerjasama serta untuk mengurangi intensitas konflik antar sesama anggota.

  1. 1. Sebagai sarana perundingan untuk menghasilkan keputusan bersama yang saling menguntungkan dan ada kalanya bertindak sebagai
  2. 2. Lembaga yang mandiri untuk melaksanakan kegiatan yang diperlukan ( antara lain kegiatan social kemanusiaan, bantuan untuk pelestarian lingkungan hidup, pemugaran monumen bersejarah, peace keeping, operation dll ).

Sedangkan fungsi Organisasi Internasional  menurut T. May Rudy adalah[3]:

  1. Tempat berhimpun bagi Negara – Negara anggota bila Organisasi Internasional itu IGO ( antar Negara/Pemerintah) dan bagi kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat apabila Organisasi Internasional masuk kategori INGO (Non Pemerintah)
  2. Untuk menyusun atau merumuskan agenda bersama (yang menyangkut kepentingan semua anggota) dan memprakarsai berlangsungnya perundingan  untuk menghasilkan perjanjiaan – perjanjian Internasional.
  3. Untuk menyusun dan menghasilkan kesepakatan mengenai aturan/norma atau rejim – rejim Internasional.
  4. Penyediaan saluran untuk berkomunikasi di antara sesama anggota dan ada kalanya merintis akses komunikasi bersama dengan non anggota bisa dengan negarra lain yang bukan Negara anggota dan bisa dengan Organisasi Internasional lainnya
  5. Penyebarluasan informasi yang bisa dimanfaatkan sesama anggota.

[1] T. May Rudy, Administrasi dan Organisasi Internasional, Bandung, Refika Aditama, 2005, hal 3.

[2], Ibid, hal 27

[3] T. May Rudy, Administrasi dan Organisasi Internasional, Bandung, Refika Aditama, 2005,hal 27-28